|
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
~~~~ Bawalah Nama Gelaran Sebagai Mengenal Diri ~~~~
~~~~~~~~~~~~ Bukan Untuk Di Puja ~~~~~~~~~~~~
~~~~~ Hanya Untuk Mengenal Asal Usul Jati Diri ~~~~~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Renungan jauh.... penat dan lelah..... bersyukur alhamdulillah...... amat berpuas hati dengan kejayaan setapak dalam membangun....... kemanisan dalam kesedaran...... bersatu dalam perjuangan...... dengan izinnya maka tiada penghalang..... berjaya dengan ketabahan dalam kesabaran...... insan yang selalu insaf....... beringat saling berpesan...... tiada gentar dengan hambatan...... setapak melangkah bakti ku semat...... teras ku pasak padat dan hebat..... untuk dijadikan pusaka yang ampuh dalam melastarikan semangat pembela pewaris bangsa, agama dan budaya.....
*pencinta~keris~semangat~pembela~dan~pewaris~bangsa*
~ Jadilah Kita Manusia Berjiwa Insan Yang Selalu Insaf ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
~~~~~~~~ DI DALAM KERIS ADA MELAYU ~~~~~~~~
~~~~~~~ DAN DI DALAM MELAYU ADA KERIS ~~~~~~
~~~~~~~~ DI MANAKAH PERLETAKKANNYA ~~~~~~~~
~ Lubuk Akal Lautan Bicara , Gedung Bicara Lautan Budi ~
"SELAMAT DATANG HARAPAN BERBAHAGIA SENANTIASA"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
*** La'illa ha' il' laullah , Muhammad da rasul lullah ***
** Allah Hu' Akbar - Allah Hu' Akbar - Allah Hu' Akbar **
Allahhumma Solli'ala Syedina Muhammad Wa'alaa 'Alihi
********* Syedina Ya Maulana Muhammad **********
********** "Bismillaa Hirrohmaa Nirrohim" **********
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Welcome To My Humble Keris Pusaka Gallery,
Tengkurizan Keris Pusaka Gallery is created for the keris enthusiast and collectors around the world. I hope that the pictures and informations provided will be useful to you either for personal references or project research material purposes.
All artefacts in this gallery are authentic and each has been carefully restored. Much is still unknown about the true history of where and when the first keris was born. But the role that a keris played in the history of the Malay world are very important. The ancient knowledge, wisdoms, beliefs and mystical expects of the keris still linger within it. As for me, my views would be that each keris is like a time capsule for each is a key with an amazing story to tell.
My years being a Keris Collector and having actively involve in the Malay traditional and cultural events. Have indeed help to educate and brought my understanding and appreciation of the Keris to a greater meaning. Meeting and sharing informations on the subjects with both the older and younger generation of keris enthusiast have certainly given me a great sense satisfaction and achievements. For some one to trully appreciate and understand the keris one must be sincere, have great a passion towards history/culture/tradition, patience and great discipline in them. For a start the most importantly thing to note is that one need to be and feel at ease when handling a keris. When this is achieved only then one may begin to understand the codes/message and knowledge of the ancient. I personally find that the bond between the keris and its bearer can somewhat or somehow be strong "spiritually" over time.
It was a custom in the olden days that no nobleman should leave home without his keris. Such act was considered to be careless and some say "incomplete". That was how important kerises were regarded before the turn of the 20th century. In the early 1900, a law was passed by the government to disallow the carrying of kerises openly such as in public. The law reads something like, "No one shall carry any fire arms or any form of dangerous and offensive weapon in public unless authorised and is required so by law. However in exceptional cases the wearing of the Keris at cultural events, martial art presentations, etc. with no intent to do harm or conduct a crime shall be permitted".
The actual role of a Keris in the Malay society is not solely used as a form of weapon but more so it symbolizes the spirit of the Malays being Brave, Intellect, United, Helpful, and Living in a Nation that embraces Mutual Respect, Peace and Harmony. A Keris in general also represent the Characteristic, Personality and Status of the bearer. In a short and simpler understanding a Keris actually symbolizes the Malay Way of Life.
In the "LINK" provided, I have included some references to other similar related useful keris websites for your convenience. Please do accept my sincerest apology for any lacking on my part in creating this gallery. I would appreciate it if you could kindly sign my "Guest Book" which has been included in the"LINK" provided.
You are welcome to write or ask me questions using the following email address. I will try my best to address the matter and come back to you as soon as possible. Thank you =D
tengkurizan@gmail.com
Warmest Regards,
Tengkurizan
(Singapore)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Assalammu'alaikum & Selamat Datang Ke
Tengkurizan Keris Pusaka Gallery,
Tujuan saya mengadakan keris galleri ini ialah semata-mata untuk mengongsi minat yang mendalam mengenai senjata warisan pusaka bangsa kita kepada anda semua. Setiap keris yang dipamerkan di sini adalah asli dan ianya adalah koleksi milik peribadi saya sendiri.
Sekiranya anda ingin dan sudi berhubung dengan saya sila harap dapat kirimkan email anda kepada alamat email saya yang berikut ini. Saya akhiri dengan ucapan ribuan terima kasih kepada anda yang sudi melawati lelaman website keris galleri saya ini. Sekiranya ada kekurangan, salah dan silap dari pihak saya? Saya ingin ucapkan ribuan apun dan maaf kepada anda yang berkenaan. Sudi-sudi dan rajinkanlah diri untuk meluangkan masa melawati galleri saya ini. Saya amat berharap dengan adanya galleri dan berkongsi minat secara ini kita dapatlah saling kenal, berkawan dan berkongsi ilmu dan pandangan sesama. Terima kasih dan Assalammu'alaikum ................ =D
tengkurizan@gmail.com
Salam Ikhlas,
~ Shahizan ~
(Tengkurizan)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tengkurizan Keris Pusaka Gallery ini telah saya diri dan sempurnakan sedaya mungkin untuk memperkenalkan masyarakat dunia kepada keindahan serta kekayaan Seni Warisan Bangsa Kita, Bangsa Nusantara. "Keris" adalah sebuah alat yang membawa identiti, erti dan perlambangan yang sangat penting kepada masyarakat kita dahulu kala hinggalah pada saat ini peranannya tetap penting didalam adat istiadat pertabalan Raja-Raja Melayu dan Jawa. Keris bukan sekadar sejenis senjata untuk menikam tetapi pengunaannya adalah jauh lebih daripada itu. Ilmu perkerisan telah lama diabaikan memberi peluang kepadanya untuk dirombak dan dirusakkan oleh pendapat masyarakat kita dan masyarakat penjajah yang sengaja ingin menakut-nakut dan memperkecilkan pusaka warisan bangsa kita ini.
Jika dahulu setiap rumah Melayu akan mempunyai sebilah keris atau senjata pusaka lainnya dan setiap suami akan mempunyai sekurang-kurangnya tiga bilah keris. (Pertama adalah keris keturunan keluarganya. Kedua adalah keris pakaian peribadinya. Ketiga adalah hadiah penyerahan keris daripada bapa mertua kepada anak menantu lelakinya sebagai tanda menyerahan kuasa supaya si menantunya dapat menjaga dan memelihara keselamatan dan maruah anak perempuan yang baharu diserahkanya). Sekarang tidak lagi bergitu.
Bagi masyarakat Melayu dan Bugis, keris ini sebenarnya adalah pakaiyan orang bangsawan. Bagi rakyat jelata kebanyakan cukup sekadar dengan mamakai parang, golok, tombak, badik, kerambit, kelewang, lembing, rencong, lawi ayam, sumpit, cabuk, tekpi dan yang sepertinya. Tetapi tidak keris. Keris adalah khusus untuk kerabat bangsawan. Tetapi melalui masa keris telah di perkenalakan kepada masyarakat. Terlalu banyak peperangan yang berlaku pada zaman noyang kita hingga banyak sekali diantara mereka telah terkorban di dalam peperangan dan perjuagan meraka. Kerana faktor itu juga ilmu perkerisan ini tidak sempat di perturunkan kepada anak-cucu-cicit seterusnya.
Sekarang yang sedihnya bangsa kita sudah lupa dan tidak tahu akan peranan keris sebagai raja senjata dan kunci kepada zaman kegemilangan kesultanan kita. Generasi sekarang ada yang tidak pernah melihat keris yang asli dan faham akan cara untuk memegang pusaka, merawat, fungsi keris didalam masyarakat dan permainannya. Seorang peria dahulu kala di anggap tidak berpakaian sekira dia tidak membawa sebilah keris atau senjata lainnya bersama ketika hendak keluar rumah. Di sini boleh di faham dan mengerti berapa pentingnya peranan keris di dalam masyarakat kita.
Ilmu perkerisan ini sebenarnya luas dan amat dalam sekali erti dan penghayatanya. Ilmu keris ini harus perlu di kaji dengan memperbanyakkan membaca, bergaul dan memahami zahir hingga kepada batinnya. Pengalaman, kesabaran dan dedikasi yang tinggi adalah suatu keperluan jika ingin memahaminya. Tetapi untuk menikmati keindahan, garap, dapur, pamor, rumah dan kesulitan teknik penempaan/pembuatan sesebilah keris itu tidaklah perlu ada semuanya. Seseorang itu hanya perlu kenal dirinya (asal usul keturunannya), sepasang mata yang boleh melihat, sebuah akal yang berfungsi dan mempunyai hati punya perasaan bila menikmati keindahan seni pusaka keris ini. Ini belumlah termasuk seni pecak dan tari permainannya.
Keris selalunya telah dikaitkan dengan perbuatan perkara-perkara mungkar seperti pendewaan pembomohan, sumpahan, khadam, hantu dan lain-lainnya. Tetapi sebenarnya pendapat dan tangapan ini adalah salah dan ianya telah diperburukkan lagi oleh mereka yang mengaku berilmu tetapi ternyata kurang sekali iman dan pengatahuannya. Sedarlah kita wahai anak bangsa rumpun nusantara untuk sama-sama bangun, memelihara dan mengekalkan ilmu, seni, sejarah dan warisan pusaka bangsa kita orang nusantara. Jangan biarkan alasan tidak minat kerana kesibukan harian kita menghambat kita dari mengenali warisan pusaka hak milik bangsa kita sendiri. Biar sekali pun dahulu negara kita telah bertukar tangan dijajah janganlah biarkan sampai pemikiran dan hak pusaka warisan bangsa kita turut dijajah, diubah dan diperkosa oleh mereka yang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan informasi dan cerita-cerita yang hanya bertujuan untuk menyesat dan memusnahkan seni, pengatahuan dan kebolehan kita sebagai orang bangsa nusantara. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Pasti Runtuh.......
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Assalammu'alaikum......
Kepada Sesiapa Yang Ingin Memahami Keris & Pusaka Lainnya,
Tak kenal maka tak cinta.
Bila berkenal harus fahami dia.
Cacat dan cela harus terima.
Bila bercinta membelai mesra.
Asas pengatahuan yang kuat harus ada.
Bila dah kenal baru tahulah dia.
Janganlah lupa sejarah perjalanannya.
Untuk memahami harus menjiwainya.
Sedikit sebanyak permulaan itulah dia.
Cara berkasih bolehlah cerita.
Untuk berkasih perlukan usaha.
Anda sahaja yang boleh memahaminya.
Tepuklah dada tanyalah selera.
Suka tak suka itulah dia.
Perkara ini sebenarnya mudah sahaja.
Rajinkanlah diri bukan sekadar membaca.
Untuk meminati harus HATI berjiwa seni.
Untuk mendalami harus MAHU menjelajahi.
Untuk menghayati harus SABAR mengerti.
Untuk menghayani harus SELALU menjiwai.
~~~~ HATI MAHU SABAR SELALU ~~~~
Salam Ikhlas,
~ Shahizan ~
(Tengkurizan)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Pengalaman & Penghayatan Ku Membuka Segala. Ingin Ku Kongsi Bersama Kepada Setiap Anak Bangsa. Agar Tidak Keliru & Agar Tidak Malu. Kepada Semua Yang Sudi Membaca. Cuba Fahamkan & Amati Setiap Kata. Banyak Rahasia Yang Ku Selit Di Sebalik Kata. Siapa Bijak & Berhak Maka Dapatlah Dia. Luaskanlah Minda Dengan Hati Yang Tenang Lagi Terbuka.
Assalammu'alaikum? Izinkan Saya Bermula Cerita.......
"Nadi Berdenyut Keris Bersuara" ~ Itulah Nama Karangan Kita.
Keris sebenarnya bukan sahaja sebuah senjata pusaka warisan orang Melayu. Tetapi yang perlu lebih difahamkan keris membawa kepada suatu perlambangan yang membawa maksud yang bergitu besar, dalam dan penuh ertinya.
Keris membawa perlambangan kepada perpaduan diantara individu yang bergabung tenaga dan kebolehan bergotong royong menjadi sebuah penduduk, masyarakat dan negara yang kuat, makmur, hidup aman dan sentosa. (Perpaduan diantara besi murni yang terpilih ditempah hingga menjadi sebuah bilah keris yang utuh, berjasa dan berwibawa. Ini juga boleh dilihat dari pemilihan gabungan bahagian bahan pohon yang terpilih untuk menghasilkan sebuah warangka yang luarbiasa indah dan keutuhannya. Warangka yang dibuat dengan penuh pengertian dan penghayatan seni adat berpakem dengan menggunakan rahsia dan petua-petua orang Melayu cendikiawan kita dahulu kala).
Secara individu pula Keris mencerminkan perlambangan kepada keperibadian, perwatakan, taraf kehidupan dan wawasan serta matlamat individu itu sendiri. (Perpaduan dan keseimbangan dari segi penampilan zahiriyah dan rasa keseimbangannya bila berada didalam gengaman dari sudut keperaktikalitinya adalah penting. Ini semua harus diambil kira bila benar ingin memahami erti, perwatakan dan budi bicara sesebuah keris itu sendiri).
Keris melambangkan denyutan nadi jiwa dan cara serta gaya kehidupan bangsa setiap individu masyarakat Melayu kita.
Masyarakat Melayu yang dahulu kala sudah mencapai ke suatu tahap ketamadunan yang tinggi nilainya. Baik dari segi bahasa, seni, jiwa, aturcara, ilmu, kerajinan, adap dan adat warisan bangsa dan budaya datuk nenek moyang kita yang dahulunya saling hidup harmoni dengan hati yang penuh kasih dan bertimbangrasa. Pengaruh ini boleh kita ambil dari pergabungan cara pembuatan sesebilah keris itu sendiri.
Untuk menghasilkan sebilah keris yang baik, bertuah dan utuh. Ia memakan masa, ketekunan, kerajinan, inovasi dan disiplin yang tinggi. Penempahan sesebilah keris yang baik memerlukan gabungan berbagai bahan besi murni yang baik dan terpilih. Dengan mengunakan pengalaman, petua, doa, zikir dan ilmu rasa. Sang Empu atau Pandai Besi dapat menghasilkan sesebilah keris yang ampuh, indah dan bertuah. Keris seperti juga manusia apabila ia sudah tamat disiapkan. Keris akan disambut di dalam sebuah bilik khas yang di namakan "Besalin". Seperti lazimnya kita menyambut kelahiran seorang bayi. Keris disambut dengan berpakaiyan bersih, beradap dengan cukup adat istiadat dan rasa amat bersyukur kepada Dia yang Maha Berkuasa lagi Maha Mencipta.
Sesebilah keris yang sempurna dengan erti sebenar kata. Ianya lengkap sambil membawa erti kepada suatu perlambangan identiti kepada seseorang individu itu di dalam gaya dan perwatakan keperibadiannya sendiri di dalam dia bermasyarakat.
Asal usul keris adalah sebuah alat dan senjata yang hanya dahulunya dimiliki oleh orang kerabat dalam istana. Orang kebanyakan tiada kenal asal kejadian, maksud, tari dan permainannya.
Keris tidak berbisa berbandingkan ilmu, amalan dan ketangkasan juga kebolehan si pemiliknya. Tanpa kita yang mengerakkannya maka keris itu tetap adalah keris juga. Cuma tinggal bersemadi adalah empat asal jasad kejadiannya. Titik berhenti kepada si lima disitulah letaknya tuah dan semangatnya. Bila semangat sudah tiada samalah seperti jasad ada tetapi rohnya sudah tiada. Cerminlah itu sahaja dan bergitulah kaitan kita dengan yang Maha Ehsa. Dengan kebijaksanaan akal hati angguk bersetuju sahaja. Perintah di turut anggota pun berhayun serta. Tanpa "Dia" yang mengerakkan maka semuanya mustahil terlaksana. Bergitu eratnya kita dan "Dia" yang si ampunya nama. Bergitu juga kaitan kita kepada keris sebagai tongkat yang membawa maksud dan perlambangan yang erat lagi peribadi bagi kita.
Bila keris melekat dengan pakaian bersampul ikat sambil berjalan mengikut hati yang membawa maksud dan erti. Lidah tidak perlu melafaz kata dengan hanya gerak dan gaya sudah kita tahu maksud akan kedatanganya. Itulah kayanya seni di dalam bahasa Melayu kita dahulu kala. Mata tiada bertoleh salam pun tiada sempat terucap. Maka saling mula bertikamlah ia. Bergitulah halusnya budaya bahasa bangsa orang Melayu kita. Keris adalah suatu cermin perlambangan bagi perwatakan hati, jiwa dan cara taraf kehidupan setiap Melayunya kita.
Pecahannya :
Hulu bagaikan tongkat yang tugasnya satu yaini untuk membantu tuannya. Tanpa dia tiadalah boleh kita berbuat apa.
Warangka bagaikan rumah untuk dia berteduh. Maka jika kuat dan kayanya bahan maka ia mencerminkan pangkat dan darjat tetapi tidak semestinya sekadar cukup berkemampuan.
Sampir melambangkan tempat dari mana hendak ke mana?
Batang diibarat kaki kuat berjalan kerana sepatu telah sempat di muatkan.
Pesi ibarat hati senantiasa tersembunyi dan dekat dengan nadi.
Ganjar ibarat mata yang senantiasa awas berwaspada dan berjaga.
Bilah ibarat anggota, lurus atau berliku tetap ia berbahaya. Sekali terluka lambat terubat maka mati meranalah dia.
Dapur membawa maksud jiwa perwatakannya. Kalau yang bertulang sudah pasti akan ternampak tegas dan kuat tubuh badannya.
Pamor membawa maksud cara gaya hidup yang senantiasa berzikirullah dan berdoa kepada yang Maha Ehsa.
Keris itu dijadikan lengkap penuh dengan rahsia dan maksud yang bergitu tinggi falsafah hidup dan asal kejadiannya. Bila Keris dihunus dan berlaga bergitulah juga jiwa umpama telur di hujung tanduk. Hidup atau mati amatlah dekat kepadanya. Maka bila basah berdarah ia besar kemungkinan akan terselamat hiduplah tuannya. Keris dijadikan oleh manusia untuk membantu manusia itu sendiri. Mustahil Keris dijadikan manusia untuk memusnahkan tuannya. Kalau itu terjadi maka keris celakalah ia.
Wahai sahabat ku yang ada bagi yang berhati tetapi jiwanya buta. Cubalah mengertikan setiap ungkapan kata. Agar minda terbuka untuk jiwa yang tiada. Mata celik ataupun buta sebenarnya sama sahaja. Jangan di pedulikan jika mata yang buta kerana asalkan keinginan mahu belajar itu ada barulah hati terang bagaikan pelita jiwa tidak akan buta.
Sekira ada silap terkata maka sepuluh jari ku serta maaf dipinta. Salam hormat ku kepada semua. Akhir kata izinkan ku berperibahasa kepercayaan orang dahulu kala :
Biar Mati Anak , Jangan Mati Adat.
Adat Melayu Adat Bertimbangrasa.
Buat Baik Biarlah Berpada.
Berbuat Jahat Kalau Boleh Elakkan Sahaja.
Sekira Tidak Pasti Murkalah Dia Yang Ampunya Nama (Allah swt).
Pasti Hancur Binasalah Kita.
Hati Harus Mahu Sabar Selalu.
Akhir Ilmu Awal Iman
Ingat Allah Maka Selamatlah Kita
Salam Ikhlas,
~ Shahizan ~
(Tengkurizan)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Pulau Pandan Jauh Ke Tengah
Gunung Daik Bercabang Tiga
Hancur Badan Dikandung Tanah
Budi Baik Dikenang Juga......"
Saya tujukan khas "Keris Pusaka Gallery" ini buat sekelian Keturunan Kerabat DiRaja Daik-Lingga, Kerabat DiRaja Kesultanan Gowa dan kepada sekelian ahli keluarga saya. Tidak lupa saya kepada sekelian penduduk dan anak-anak jati Kampung Siglap (Si Gelap) khususnya di Jalan Sempadan, Singapura.
Di sini saya juga ingin mengambil kesempatan untuk meluahkan salam hormat, rindu, kasih dan sayang
saya kepada :
Nabi & Rasul Junjungan Besar Ku, Nabi Muhammad s.a.w
Kepada :
S.P. Sang Nila Utama (Seri Tri Buana)
Puteri Raden Dewi Dapati
Betara Raden Rua
Betara Andera Kala
Sultanul Ariffeen Sheikh Ismail
Tuanku Wali Songo
Pendita Adi Putra (SA)
Dato' Laksamana Hang Tuah (SH)
Dato' Laksamana Hang Jebat (SIMK)
Dato' Laksamana Bentan (WD)
Putri Gunung Ledang (ICPGL)
Nenda Pelangi (SSA)
Dato' Penghulu Lasam
(Putera Raja Bugis & Pengasas Kampung Si Gelap, Singapura ~ 1650)
Baginda Sultan Muhammad Bakar Hassanuddin ibni Almarhum Baginda Sultan Muhammad Malik-us-said
Baginda Sultan Muhammad Malik-us said ibni Almarhum Baginda Sultan Alauddin
Seri Paduka Baginda Sultan Alauddin (GOWA)
Nenda Lasam (Putra Mahkota)
Raja Muhahammad Yunnos Bin Daeng Said Ahmad (Moyang)
Al-Habib Hussein Al-Qadri (Nenda)
Syarifah Siti Mariam Al-Qadri (Nenda)
Syed Sheikh Abdul Rahman Al-Qadri
(Panglima Tok Putih)
Syed Sheikh Abdullah Al-Qadri
(Panglima Tok Hitam)
Panglima Harimau Hitam (DAB)
Panglima Harimau Berantai (KKTT)
Panglima Alang Daik (DS)
"Keturunan Sepuluh"
Haji Ismail (Tholib) Bin Haji Ahmad (Palembang Tua)
Dan Isterinya Ku Chik (Tengku Kecik) Kuburnya Di Ketapang Melaka
Tuanku Imam Bonjol
(Padri Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin)
Upu Daeng Lamaduselleh
Upu Tanderi Bureng Daeng Rilaga
Upu Daeng Perani
Upu Daeng Menambun
Upu Daeng Merewah
Upu Daeng Chelak
Upu Daeng Kumasi
Raja Haji Marhum Di Teluk Ketapang
Engku Puteri Raja Hamidah (Pulau Penyengat)
Raja Muhammad Yunnos (Orang Kaya/Pawang Yunnos Siglap) ~ Moyang
Raja Yacob (Orang Kaya Pak Ngah Akob Kelong) ibni Almarhum (Raja) Muhammad Yunnos ~ Datuk
Omar (Omar Plan) Bin Muhammad Gempeh ~ Moyang
Sapiyah (Mak Piyah) Binte Omar (Omar Plan) ~ Nenek
Muhammad Ibrahim (Mamak Ibrahim) Bin Abdul Hamid (YAB Hakim Abdul Hamid, Kedah) - Datuk
Hasnah (Mummy Nah) Binte Yasin - Nenek
~~~~~~~~~~~~~~~ Al-Fatihah ~~~~~~~~~~~~~~~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Setiap pusaka di dalam gallery ini adalah hak peribadi dan pusaka peninggalan "Tengkurizan" (Shahizan Bin Shahlan) kepada sekelian pewaris yang berhak daripada zuriat keturunannya.
Keluarga DiRaja Gowa (Selawesi) & Daik~Riau~Lingga ;
(Raja) Shahizan Bin (Raja) Shahlan
Zuriati Binte Sidik (Bugis Bone)
(Raja) Sufiyah Athirah Binte (Raja) Shahizan , ............
(Raja) Putra Harith Mirza Bin (Raja) Shahizan , ............
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Amanah Ku : Pusaka Baginda Sultan Muhammad Malik-us-said tidak harus di pisahkan. Pewarisnya harus daripada di antara zuriat ku yang berhati mulia, beramal soleh , berilmu , bijaksana , beradap dan beradat sopan dengan akhlak yang mulia. Dialah yang berwibawa dengan sifat menghormati, menjaga, menyayangi dan bertanggungjawab ke atas kedua orang tuanya. Pusaka yang berdaulat akan memilih tuannya daripada yang Terpilih. Semoga Allah swt melindunggi dan memelihara Dia di antara ku yang Terpilih. Amin ya robal 'alamin.......
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Assalammu'alaikum Wahai Cucunda Ku Shahizan,
Marilah Sini Cucu Ku Mari. Mari Mengerti Asal Usul Mu Ini. Ingatlah Pesan Atok Di Sini. Jagalah Diri Jagalah Hati. Walaupun Masa Lama Berlalu. Walaupun Kami Tiada Di Sisi. Jangan Abaikan Amanah & Janji. Fahami & Hayati Perjuangan Kami. Dengarlah Sini Cucu Ku Mari. Atok Dah Lama Bersemadi. Pangkat & Darjat Penghias Diri. Ku Lucutkan Semua Hanya Untuk Berbakti. Wahai Cucu Marilah Sini. Ada Nasihat Ingin Ku Beri. Hidup Muafakat Saling Mengerti. Hilangkan Riak Hilangkan Iri. Bersihkan Jiwa. Bersihkan Hati. Jangan Buat Perkara Yang Keji. Sekira Ingin Mengenal Diri. Terangkan Jiwa. Terangkan Hati. Jangan Sampai Melupa Diri. Hati Yang Bersih Hati Yang Sufi. Pelajaran Agama Wajib Di Tuntuti. Akhlak Yang Mulia Jiwa Berseri. Mereka Berdua Pengapit Diri. Sekadar Menunaikan Tangungjawab & Janji. Berbalik Kepada Ampunya Diri. Tepuklah Dada Tanya Sendiri. Apa Yang Ada Pada Segenggam Padi. Jika Di Biarkan Lalang Tumbuh Sendiri. Bangunlah Kita Bangun Sendiri. Jangan Tunggu Perkara Terjadi. Takut Leka Tak Sedarkan Diri. Sampai Ketika Kita Pun Pergi. Untuk Munyambut Seruan Illahi. Apa Yang Tinggal Hanya Bukti. Bukti Di Atas Perjuangan Kami. Ingatlah Pesan Atok Mu Ini. Gelaran Bukan Untuk Di Puja Puji. Sekadar Untuk Kita Mengenal Asal Usul Jati Diri. Jangan Malukan Keturunan Sendiri. Amanah & Janji Harus Turuti Bila Gelaran Sudah Di Beri. Laksanakan Tugas Dengan Seikhlas Hati. Semoga Allah swt Memberkati Di Atas Perjuangan Kamu Selama Ini. Jawapan Yang Kamu Cari Ada Dalam Diri. Yakin!!! Jangan Sangsi. Hingga Kita Berjumpa Lagi. Doa Ku Tiada Henti Buat Mu Cucu Yang Di Kasihi. Assalammu'alaikum........ Atok Pergi.......
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Seseorang Yang Berilmu Tidak Semestinya Dia Seorang Guru. Tetapi Seseorang Yang Beriman Pada Ilmu Itulah Guru. Seseorang Yang Berilmu Tidak Semesti Hatinya Beriman. Seseorang Yang Beriman Itulah Hati Yang Berilmu. Dan Sebaik-baik Guru Dialah Itu Yang Ampunya Diri. Baik Hati Baiklah Diri. Mana Pun Pergi Pasti Di Berkati. Setiap Kekalahan Berbalik Kepada Diri. Setiap Kemenangan Juga Berbalik Kepada Diri. Setiap Yang Bermula Sudah Pasti Ada Penghujungnya. Setiap Yang Bernyawa Sudah Pasti Akan Bertemu Ajalnya. Hanya Masa Yang Tidak Kenal Penatnya. Ajal Kita Boleh Di Mana-mana. Alangkah Sayangnya Jika Maut Pula Yang Di Carinya. Ikutkan Hati Mati. Ikutkan Nafsu Lesu. Semua Orang Akan Merasai Mati. Tetapi Cara Kita Mati Itu Berbalik Kepada Amalan Diri. Yang Musnah Itu Jasad Yang Tinggal Itu Roh. Urusan Roh Adalah Urusan Dia. Dia Yang Ampunya Nama. Ingat Dia Maka Selamatlah Kita. Lupa Dia Tentu Binasalah Kita. Segala Yang Nyata Dan Yang Ghaib Itu Milik Dia. Dia Tidak Pernah Zalim Kepada Sesiapa. Malah Sayangnya Dia Kepada Kita Ibarat Menatang Minyak Yang Punuh. Kita Yang Lalai Kita Yang Leka. Sesal Sesaat Dosa Sepanjang Masa. Walau Demikian Masih Tidak Terlambat Bagi Sesiapa. Selagi Ada Hayat Di Kandung Badan. Selagi Itu Pintu Rahmat Dan Taubat Luas Terbuka. Di Dalam Kita Ada Nur Kekasihnya. Hanya Kita Yang Sibuk Mengejar Dunia Ibarat Hidup Buat Selama-lamanya. Jangan Lupa Janji Kita. Janji Kita Pada Dia. Kenallah Diri Kenallah Dia. Dialah Itu Yang Ampunya Nama. Tiada Yang Lain Kecuali Dia Hanya Dia Dan Nur Muhammad Kekasihnya. Maka Sudah Tahu Bertanya Pula. Alah Kamu Ini Ada-ada Sahaja. Boleh Bergurau Jangan Bersenda Kerana Perkara Ini Amatlah Terang Dan Nyata. Takkanlah Dah Terang Nak Di Suluh Pula. Bukankah Itu Kurang Yakin Namanya. Bukankah Rukun Iman Jelas Ada. Hanya Yang Tinggal Amalan Yang Lima. Yang Sunnat Itu Bonus Namanya. Kita Sahaja Yang Leka Kerana Terlalu Taksukkan Dunia. Dunia Untuk Akhirat Dan Bukan Sebaliknya. Bukankah Kiamat Itu Nyata. Walaupun Bukan Bapa. Tapi Anaknyakan Ada. Itulah Ajal Namanya. Tidak Takutkah Kita Kerana Bekalan Tidak Sebanyak Mana. Kalau Tidak Berginilah Sahaja. Hidup Bermuafakat Saling Membantu. Hilangkan Riak Hilangkan Nafsu. Berbanyakkan Pahala Dan Elakkan Dosa. Insya'allah..... Semakin Aman, Makmur Dan Majulah Bangsa. Bukan Sekadar Kita. Malah Untuk Masyarakat Sedunia. Sekarang Sudah Tahu Tunggu Apa Pula? Cepat-cepatlah Kita Kumpulkan Saham Di Dunia Untuk Akhirat Perhentian Kita Buat Selama-lamanya. Amin Ya Robbal 'Alamin.........
Salah Dan Silap Saya Dahulukan Apun Dan Maaf Kepada Pembaca. Adatlah Kita Manusia Mana Ada Yang Sempurna. Alahai..... Macam Tak Biasa? Manusia Yang Paling Sempurna Yang Lain Dan Tak Bukan Dialah Nabi Dan Rasul Junjungan Besar Kita Yaini NABI MUHAMMAD S.A.W. Dialah Raja Dan Penghulu Bagi Kita Yang Bergelar Umatnya........ *smile*
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sekira Allah ingin menduga dan menghukum kita? Tiada sesiapa yang dapat menghalangnya. Maka terlahirlah segelintir di antara kita yang mendapat gelaran tertinggi sebagai hambanya. Sesungguhnya berdiam walau bertempat tetap ada ganjarannya. Berdendam dan mendabek dada tiada penghujungnya. Maka yang nyata kita yang bersifat benar di matanya semakin berjaya, makmur dan aman sentosa. Buktinya sudah nyata. Sayangnya ada yang belum terjaga. Masih terlena dengan cerita yang sudah tiada berkatnya. Kasihan bagi mereka yang dunianya dianggap luas namun hakikatnya masih belum berganjak dari tempat asalnya. Mengenal dan mempelajari dari kesilapan diri adalah setapak meningkat dekat kepada Illahi. Kepada mereka yang melata di bumi. Maka apa yang di cari biarlah yang menyenangkan hati dan menenangkan rohani. Bergitu nadi berdenyut dan udara yang di nikmati masih indah bagaikan cahaya pagi. Bergitulah kita setiap hari. Mengaharapkan yang terbaik bukan sahaja dari matanya bukan juga dari rasanya bukan juga dari gerak hatinya. Tertaksuk pada dengar bicara mereka yang melata. Sejauh mana kebenarannya bukankah itu hak Allah semata-mata. Maka yang benar bukan dari telinganya dan bukan juga dari pandangan matanya. Akhlak yang mulia tidak terletak pada darahnya. Keikhlasan di dalam setiap amalannya berbalik kepada budi bicara yang tidak berkehendakan apa-apa. Bukan juga pahalanya. Bukan juga pada nikmatnya. Bukan juga pada rahsianya. Semuanya berbalik kepada si ampunya nama. Tiada yang lain kecuali dia. Buktinya sudah terpancar pada yang berkata benar kepada yang sudah yakin dengan dirinya. Yakin sejauh mana jika udara yang di nikmati jauh dan dekat malah tetap sama. Saya sudah memaafkan diri saya dan diri mereka bukan kerana kata-katanya malah ini semua tertakluk kepada hati yang senanatiasa tenang mengingati tiada yang dua kecuali dia yang ampunya nama. Bila berbicara..... berbicaralah kerana Dia dan bukan kebenaran manusia kerdil dan jahil suka mereka-reka dan menuntut akan haknya yang tiada kekal lama. Bergitu Allah swt yang Maha Mendengar lagi Maha Menyaksikan. Diri ku pasrah dan redho kerana Dia untuk Dia tiada yang lain kecuali Dia. Aku kenal Dia kerana bukan sahaja kalimahnya terucap pada bibir yang berdosa tetapi lebih tepat pada Hati yang tidak buta. Biarkanlah mereka asalkan itu yang ingin di jadikan amalan sepanjang hayat sepanjang masa. Aku akan tetap mendoakan yang terbaik buat mereka agar tidak lagi marah-marah dan benci hanya kerana darah dan martabat yang sama merah hati hitam tetap menawan kerana itulah haknya. Yang lebih afdal kita menjaga dan mendidik hati kita agar yang hitam tetap menawan, yang putih tetap berseri dan yang busuk tetap wangi. Sesungguhnya itu semua adalah kurniaan bagi amalan sepanjang hayatnya. Sekira yang di tanam padi maka nasi juga jadinya. Terkecuali yang padi bukan padi. Walau bergitu nasib lalang tetap ada indahnya. Bukankah manusia ini semua asalnya sama hanya yang membedakan adalah indah tak indah Nur cahayanya. Bila hati degil ibarat kotoran hitam yang tak di kikis. Manakan mungkin cahaya yang indah bisak terpancar keluar menumbusi kegelapan yang tiada penghujungnya. Sifat Rasullullah yang terpuji tidak pernah membenci sesiapa. Sekali kamu susah walaupun diri ini parah namun tetap akan ku cuba bantu dengan seikhlasnya. Itulah sahabat yang setia jiwa berseri tidak terkira. Berani menerima apa sahaja dengan izinya aku percaya. Tiada yang mustahil di antara kita. Yang mustahilnya bila hati degil ungkal tidak terkira. Ibarat karat yang sombong tidak pernah mahu tunduk pada sumpahannya. Namun bergitu ianya tetap indah bagi jiwa yang tidak buta. Walaupun mata gigik memandangnya. Bergitulah hakikatnya yang sebenarnya. Cukuplah ku berbicara dengan nada yang tiada menuju kepada sesiapa. Namun yang terasa tetap terasa. Maka yang pahit itu ubat. Maka yang pahit itu juga penawarnya. Marilah kita umat sedunia. Tidak kira dia siapa. Cacat atau sempurna. Di mata Dia semuanya sama. Yang menjadi ukur adalah penghujung. Marilah kita menuju kepada jalan yang di berkatinya. Bukan jalan kemungkaran yang di murkainya. Cukuplah dengan kita seadanya. Maka yang permata tetap permata. Walau di lumpur yang kotor dia tetap berharga. Janganlah kita menghinanya dengan kata-kata tampa ada usul periksa dengan niat sengaja untuk berlaga-laga dan mendabek dada. Itu bukan tuntutannya. Itu bukan Islamnya kita. Islam kita terang dan nyata. Lucutkan niat untuk sengketa. Tiada guna di pikul barang yang tidak berharga. Fikirkanlah...... sayangilah di antara kita. Tiada ruginya. Tiada malunya. Tiada hinanya. Malah Dia akan lebih sayang kepada kita. Marilah semua kita bergabung tenaga..... bersatu usaha...... tanpa kira dia itu siapa..... Pangkat dan darjat penghias dunia. Amalan yang baik juga di ambil kira. Dosa menunggu nasibnya. Janganlah kira lalai dan leka. Bersiaplah sebelum ajal mengundang kita. Salah dan silap maaf di pinta. Kita hanya manusia biasa. Sakit di rasa, muda ke tua, lapar dahaga..... Tiada yang kekal lama. Semua yang belaku di atas izinnya. Sedarlah kita sedarkan semua.
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Keris lengkap membawa seri, erti dan perlambangan. Keris ku bukan sekadar besi menunggu karat. Kayu menunggu anai. Keris ku membawa erti yang besar dan dekat pada diri. Falsafah Keris ku jadikan penghias diri jasad dan rohani. Dinding rumah ku tetap berseri. Negeri ku bertambah makmur, kukuh dan berisi. Walaupun Hebat. Walaupun Kuat. Walaupun Indah. Walaupun di kagumi. Keris tetap mempunyai kekuatan dan kelemahannya. Bergitu juga kita manusia yang sering tewas dalam nafsu sendiri. Hilang kawalan pada kemampuan diri sendiri. Engan merendah diri. Mendabek dada aku lah besi. Sekuat mana besi ianya tetap tunduk pada api dan merana kerana air dan udara. Walaubagaimanapun...... Keris tetap menjadi teman sejati setelah segala kecacatan di ketahui. Keris tidak perlu bicara. Manusia tetap membicarakannya. Mempertikaikan apa yang nyata di depan mata. Manusia tanpa di suruh-suruh sibuk mencari dan mengkaji rahsianya. Keris tetap berdiam sahaja. Di dalam keris ada kekerasan dan ada kelembutan. Tajam pada tempatnya. Boleh melukakan pada yang kurang berhati-hati. Keris tetap berdiam sahaja. Siapa yang bergerak, siapa yang tergerak dan siapa yang mengerakkan. Manusia sering suka membuat andaiyan dan tafsiran kepada perkara yang ghaib. Bau. rasa, resa maka keris taat tetap berdiam sahaja. Karat bila di abaikan. Rosak jika keterlaluan. Keris yang lengkap ada lembut dan kerasnya. Keris tetap berdiam sahaja. Seperti tongkat yang taat pada pengunanya. Bergitulah keris pada tuannya. Keris membawa padah pada tuan yang salah. Keris yang baik mencari tuannya. Tuan yang baik terletak pada hatinya. Hati yang baik terletak pada imannya. Iman yang baik terletak pada ilmu fahamnya. Faham tak faham terletak pada pengalaman dan usahanya. Usaha yang gigih perlukan akhlak yang mulia dan tekad semangat yang kuat lagi bertimbang rasa. Hati-hati harus selalu ada. Berani kerana benar. Takut kerana salah. Bodoh kerana marah. Marah kerana lupa. Kurang sabarnya badan merana. Hidup dan mati tiada beza. Baik di sini. Baiklah juga di sana. Salam sayang dan hormat ku buat semua yang beriman kepada kebenaran bukan sekadar beriman manis bicara.
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Mutiara Kata Dari Cikgu Nasir Sahabat Setia Dari Kota Bahru, Kelantan:
~ Keris dan Persahabatan ~
Terima kasih kepada sahabat-sahabat yang memberikan ingatan dan pesanan dalam perjalanan ini. Jadikan dunia perkerisan sebagai satu lapangan untuk persahabatan, jangan tamak, jangan dengki, jangan menipu dan jangan pula mengada-ngada. Cari dan tambahlah ilmu agar bicara tidak kosong, renungan tidak tumpul, rasa tidak tawar.
Hobi membeli dan mengumpul keris jangan kita jadikan medan untuk menekan, menindas dan memulau. Jadikan ia satu jambatan yang mengukuhkan ikatan persaudaraan Melayu Islam di Nusantara. Jadikanlah keris lambang kekentalan jiwa sekeras besinya, jadikan pamor nya warna-warna kehidupan, jadikan bisanya sebagai ingatan, jadikan sampirnya sebagai batasan dan jadikan ulunya sebagai pegangan. Allahu Akbar....
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx |
|
|
|
Hello Everyone *smile*
Welcome to Tengkurizan Keris Pusaka Gallery. If you wish to contact me please do so via my email address :
tengkurizan@gmail.com
I have been a Keris Collector for more than ten years now. My Keris collection are mostly kerises from Sulawesi, Sumatra, Riau and Malaya. Although I do have some Javanese kerises but selective.
My ancestors were decendents from the Gowa Sultanate in Sulawesi and the Daik~Riau~Lingga Sultanate. My ancestors had migrated and founded Kampong Si Gelap (Siglap) in Singapore in the mid 17 century.
Just a little bit about myself. I am in my 30s and working in a petrol chemical industry. I am staying in the eastern part of Singapore. I am hardly at home and if I am? I normally would be entertaining my darling children, replying emails, net surfing and watching tv. And when I'm out I would go cycling, dining and ocassionally I would make a point to catch the latest movie in the cinemas. If any of you in Singapore that love cycling...... maybe we could meet up sometime *cheers*
Warmest Regards,
~ Shahizan ~
(Tengkurizan)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Indah Sungguh Karangan Sajak. Madah Terungkap Punuh Erti Intinya. Asal Mengenal Dia Ampunya. Titik Bermula Berkait Nota. Terpegun Asyik Terpancar Kalimah. Cantik Sungguh Cantik. Cantik Pada Coraknya. Lembut Pada Cindainya. Halus Pada Benangnya. Asal Pada Kapasnya. Mula Pada Benihnya. Wujud Diatas Dia. Asyik Sungguh Asyik. Asyik Pada Zahir Dan Bathinnya. Nadi Sajak Pada Hatinya. Terpegun Sungguh Terpegun. Terpegun Ungkapan Penghayatan Alam Dan Ilmu Fahamnya. Terpegun Insan Pada Penciptanya. Cantik Sajak Cantik Intinya. Inti Asyik Pada Ampunya. Indah Hati Pada Si Dia. Dialah Itu Si Ampunya. Dialah Itu Di Mana-mana. Di Mana Kita Di Situ Dia. Kasihnya Dia Di Dalam Kita. Di Situ Letak Nur Cintanya. Cantik Hati Terpancarlah Dia. Bila Terpancar Itulah Cintanya. Tanpa Dia Tiadalah Cinta. Wujud Cinta Kerana Dia. Awal Bermula Dengan Bismillah. Di Dalam Cinta Ada Dia. Dialah Itu Si Ampunya Nama. Dialah Itu Wujud Dengan Sendirinya. Akhir Ilmu Awal Iman. Ilmu Di Dunia Untuk Makhluknya. Iman Tetap Pada Si Dia. Ingat Dia Selamatlah Kita. Lupa Dia Ibarat Kacang Lupakan Kulitnya. Tiadalah kita kerana Dia. Percaya Dengan Penuh Keyakinan Tiada Yang Lain Kecuali Dia. Beriman Kepada Si Enam Beramal Pada Si Lima. Dialah Itu Si Ampunya Nama. Titik Bermula Berkait Nota Tiada Tinta Kerana Dia Hanya Dia. Dialah Itu Si Ampunya. Yang Punya Segala-galanya. Indah Sungguh Indah. Indah Pada Si Dia. Segala Puji Bagi Dia Kerana Dia Untuk Dia. Tiada Yang Lain Hanya Dia Dan Nur Muhammad Kekasihnya
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
AKU MELIHAT AKU MERASA. AKU TAHU ITU RAHSIA. RAHSIA YANG KU RASA BOLEH KU CERITA.TETAPI CERITA YANG KU RASA MEMAKAN MASA. BILA TEPAT PADA MASA DAN KETIKA. RAHSIA YANG BAKAL DI CERITA TIDAK SIA-SIA. KERANA YANG SIA-SIA ITU BUKAN RAHSIA. YANG BERCERITA ITULAH YANG BAKAL TERASA DI PERSIA KERANA BERCERITA KEPADA YANG TIDAK BERCITA-CITA. HANYA SEDAP DI TELINGA TETAPI KENYATAANNYA HATI SEBAL FIKIRAN BEBAL. ADA BAIK RAHSIA ITU DI SIMPAN SAHAJA. BUKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA TETAPI SEKADAR UNTUK DI JADIKAN PANDUAN DAN BEKALAN KITA. BILA BERCERITA TETANG RAHSIA. BERCERITLAH PADA YANG BERHAK KITA CERITA MAKA YANG HAK ITU LAH YANG PUNYA SEBENAR CITA-CITA. BUKAN SEKADAR INGIN MENDEGAR CERITA. MALAH YANG NYATA DI SEBALIK KATA RAHSIA ADA RAHSIA YANG BELUM DI CERITA. MAKA RAHSIA JUGALAH NAMANYA.
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa ada pada segengam padi jika ladang dibiar lalang? Habis padi tinggalnya lalang. Cari lagi di landang seberang. Jumpanya padi tinggalnya lalang. Akhirnya ladang berekar lalang melayang. Tetapi padi juga yang kuat di gengam.Yang sayangnya apa selama ini di sangka lalang rupanya padi berbendang-berbendang.
Tak kenal maka tak cinta. Bila berkenal harus fahami dia. Cacat dan cela harus terima. Bila bercinta membelai mesra. Cara berkasih bolehlah cerita. Untuk berkasih perlukan usaha. Dari berkasih berputik cinta. Usaha itulah sebenar cinta. Bukan cinta pada nama. Tetapi cinta pada perjalanan di dalam dia berusaha. Itulah kunci itulah rahsia. Tepuk dada tanya selera. Suka tak suka itulah dia.
Baca bukan sekadar membaca tetapi bacalah dengan mengamati setiap kata. Baca bukan hanya pada mata biarlah membaca sampai hati terasa. Itulah dia sebenar cinta. Bila hati terasa akal di kepala mengangguk serta. Suka tak suka itulah dia. Cacat dan cela harus terima. Itulah tanda kasih dan cinta bakal sampai bila-bila.
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Sama-samalah kita mendidik hati dan akhlak sesama kita. Pesan dan berpesan amat di galakkan tetapi harus ikhlas tanpa ada sembarang niat untuk menindas dan memalukan sesama insan. Biar sakit jangan menyakiti. Betulkanlah saf sesama kita agar pahala berjemaah sempurna dan terpelihara".
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dahulu dan Kini. Sejarah Mu Sejarah Ku. Hari ini kita harungi. Yang silam kita kaji. Sejarah mencerdikkan dan juga menginsafkan diri. Kehadiran sesama bukan sekadar kebetulan. Bukan kerana paksa. Urusan kita adalah urusan Dia. Dan bukan sebaliknya. Gagal dalam berurusan itu silapnya kita. Saling kita bertemu saling kita melembutkan jiwa. Saling kita mengenal diri dan saling ikhlas mengingati. Dua arus menjadi satu. Haluannya bersatu. Bercerai sewaktu tetap ia berkumpul menjadi satu. Di sana ramai yang menanti atas kepulangan. Kita berjasa kita merasa. Sama-sama kita nikmati. Urusan dahulu biarkan berlalu. Madu di ambil serpah di buang. Sama kita merasa samalah manis enaknya kita bersama. Di mana arah serpah di buang. Ke laut juga kita berkumpul. Sucikan diri naik bersama. Sudah berkumpul di hujani pula. Tempiasnya tetap membasahi kita. Kita juga yang merasa. Jangan mimpi kita berkuasa. Kerana kuasa milik Dia. Kuasa kita pinjaman semata. Untuk mengingati diri saling kita mendidik hati. Saling meyakini Allah itu ada wujud dengan sendiri. Cukuplah kita seadanya. Iman sebagai tiang dan amalan sebagai bentengnya. Bocornya perahu di tampal di perbaiki. Masih boleh di naiki. Untuk keseberang kita tegar harunggi. Tiada rugi kita merendah diri. Saling kita memahami saling kita mengerti. Dalam tenang ada bahaya. Dalam bahaya ada hikmahnya. Muntiara tidak mencari kita. Kita yang saling tergila-gila. Muntiara memang berharga bukan sangat kerana kecantikannya. Malah bahaya dan kepayahan untuk mendapatkannya itulah muntiara yang sebenarnya. Manusia sanggup menggadai nyawa untuk glamour yang sementara. Halal dan haram kemenangan tiada di ambil kira. Asalkan menang dengan apa cara sekali pun itu hebat dan pintar katanya. Manusia bergini sering hidup dalam kerugian. Peperangan dunia tiada yang indah. Pengawalan dan peperangan nafsu itu yang payah. Itulah muntiara yang sangat INDAH. Harimau Mati Tinggalkan Belang. Manusia Mati Tinggalkan Nama ~ "Wahai Hadirin..... Adakah Jenazah Ini Janazah Yang Baik??? BAIK ! ! ! Adakah Jenazah Ini Jenazah Yang Baik??? Baik ! ! ! Adakah Jenazah Ini Jenazah Yang Baik??? Baik ! ! !"........ Itulah hadiah yang paling cantik sepeninggalan kita dari dunia ini....... *smile*
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jika seseorang itu melihat keris sebagai sebuah alat sejata sahaja. Samalah juga ertinya dia melihat kitab Al~Quran sebagai sebuah buku biasa sahaja. Maka mereka tidak tahu mereka katakan itu "syirik", "sial" dan sebagainya........ Maka sesungguhnya mereka tergolong dalam orang-orang yang lupa diri, sombong dan angkuh. Pakaiyan yang bersih dan cantik hanya menjadi sekadar perhiasan elok. Jika hati dan akalnya kotor maka pakaiyan yang bersih dan cantik tadi hanya menjadi sebuah hayalan dan ilusi pandangan mata yang menyesatkan manusia yang kurang ilmu dan imannya. Janganlah kita tewas kepada perjuangan yang suci. Jadikanlah keris sebagai sebuah alat perlambangan penyatuan rakyat, bangsa dan agamanya. Janganlah kita jadi orang beragama Islam yang lupa diri, degil dan sombong. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Kita sepatutnya mencerminkan amalan yang di berkati, dan pertingkatkan tingkah laku yang mulia sebagai umatnya Nabi Muhammad saw. Nabi Akhir Zaman. Nabi yang sangat di cintainya. Jangan baru ilmu ibarat setitik dalam lautan semudahnya cepat menjatuhkan hukum yang tidak berlandaskan ilmu pemahaman agama yang mantap. Sebaliknya renungkanlah wajah dalam cermin dan lihat apa ada dalam kantong pinjaman. Apa ada di sebalik cahaya dan apakah janji kita kepadanya. Mungkin juga sesetengah manusia bila ilmunya sudah banyak dalam kepala lantas hati semakin kosong kepala semakin besar tak tentu hala keras tak tentu fasal. Ikutlah resmi padi semakin ia berisi semakin tunduk dia mengenal dan menginsafkan diri.
Jika sesebilah keris di pandang boleh menyesatkan umat Islam. Itu menunjukkan kelemahan jiwa Islam nya kita. Jika kita boleh memanfaatkan keris sebagai suatu lambang perpaduan yang sarat dengan perlambangan kebaikan dan keinsafan. Itu menunjukkan kekuatan dan kecerdikan jiwa umat Islam bangsa Melayu yang bertamadun, berwawasan dan berhemah tinggi. Jangan malu kan diri dengan ilmu yang tidak setinggi mana. Mulanya kita semua bertatih. Marilah kita sama-sama, "Meramaikan Umat (bilangan orang-orang yang soleh dan cermelang); dan Memakmurkan Bumi Allah swt yang amat kita Cintai dengan cara kita yang saling sedar dan bukan lupa diri (asyik)". Jadilah kita semua seorang murid dan pelajar yang cermelang dan yang selalu menginsafkan diri. Janganlah kita menjadi seorang Murid yang sombong dan pendusta kepada diri, bangsa, budaya, agama dan negara. Berkelakuan jujurlah kepada diri sendiri. Bangunlah kita bangun menjalankan amanah dan janji. Janji kita sebelum turun ke Bumi. Akhir Ilmu Awal Iman...... Beringat dan saling berpesan-pesanlah kita. Rapatkanlah saf dan jangan berikan peluang untuk syaitan mencelah...... Allah Hu Akbar....... Amin Bismillah........ *smile*
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
~~~~~~~~~~~ tengkurizan@gmail.com ~~~~~~~~~~~~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
~ Jangan Menyalahi Takdir Di Atas Kebodohan Diri Sendiri
~ Jangan Menolak Rahmat Allah Dan Sombong Mengatakan Itu Bukan Rezki
~ Jangan Mengaku Jahil Bila Tahu Perbuatan Itu Berdosa
~ Jadilah Manusia Yang Berjiwa Insan Yang Selalu Insaf
~ Jadilah Murid Yang Cermelang Dan Jangan Menjadi Murid Yang Pendusta
~ Jangan Memaksa Diri Selagi Belum Kenal Sabar
~ Buat Baik Biar Berpada Dan Kesabaran Itu Ada Tempatnya
~ Untung Baik Rugi Pun Baik Jangan Berpura Baik
~ Selalu Berlaku Benar Pada Diri Sendiri Dan Pada Mereka
~ Jangan Mengejar Waktu Mari Kita Mengerjakannya
~ Kemenangan Yang Sebenar Adalah Dengan Cara Yang Halal
~ Kekalahan Yang Sebenar Adalah Dengan Cara Yang Haram
~ Tipu Muslihat Itu Bukan Tanda Kebijaksanaan Itu Tanda Suatu Penipuan Dan Penipuan Itu Tiada Berkatnya
~ Hidup Muafakat Jiwa Bertambah Berkat
~ Jangan Cepat Menjatuhkan Hukum Bila Ilmu Belum Sampai Halkum
~ Rapatkanlah Saf Dan Jangan Beri Peluang Untuk Syaitan Mencelah
~ Ingat Allah Dan Allah Akan Senantiasa Mengingati Kamu
~ Jangan Menjadi Seorang Muslim Yang Sombong Dan Angkuh
~ Jadilah Kita Seorang Muslim Yang Bijak Dan Bertimbangrasa
~ Hidup Hanya Sementara Harta Hanya Perhiasan Dunia
~ Jangan Membodohkan Diri Sendiri Dengan Ilmu
~ Ilmu Tidak Akan Berguna Jika Tiada Pengamalnya
~ Ilmu Yang Baik Adalah Untuk Orang Yang Baik
~ Orang Yang Baik Akan Mencari Ilmu Yang Baik
~ Baiknya Seseorang Terletak Pada Akhlak Dan Budi Pekerti Yang Baik
~ Orang Yang Benar-Benar Baik Tidak Akan Berkehendakkan Apa-Apa Balasan Terkecuali Berkat, Rahmat Dan Hidayat Dari Allah swt
~ Wajah Yang Bersih Tidak Akan Menjanjikan Hati Yang Bersih
~ Bila Hatinya Bersih Wajahnya Akan Berseri-Seri Dengan Ketenangan Jiwa Indah Bagaikan Pelangi
~ Saling Beringat ; Saling Berpesan
~ Belajar Saling Mengajar ; Mengajar Saling Belajar
~ Sebaik-Baik Guru Adalah Diri Sendiri
~ Tidak ada Guru Melainkan Seorang Murid Senior Membimbing Seorang Murid Junior
~ Dunia Ini Terlalu Indah Untuk Kita Saling Bersengketa ; Hidup Ini Terlalu Singkat Untuk Kita Saling Berduka
~ Ada Bahayanya Bagi Orang Yang Di Puji Dan Tiada Ruginya Bagi Orang Yang Tidak Menerima Pujian
~ Jangan Malu Untuk Cermin Diri Sendiri Kecuali Takut Dan Sombong Untuk Kenal Kepada Kelemahan Diri
~ Ada Perbezaan Besar Di Antara Perkataan "tahu" dan "kenal"
~ Memperbaiki Kelemahan Orang Lain Adalah Suatu Penyedaran Terhadap Kelemahan Diri Sendiri
~ Memperbaiki Kelemahan Diri Itu Adalah Kemenangan Dengan Sendirinya
~ Bertuahnya Ilmu Kerana Yakin
~ Jika "percaya" Itu Ibarat Lautan Maka "yakin" Itu Adalah Langgit Yang Tiada Sempadan
~ Mengambil Kesempatan Di Atas Keikhlasan Dan Kebaikan Orang Lain Adalah Suatu Kezaliman Dan Penganyayaan
~ Musuh Yang Paling Dasyat Adalah Musuh Di Dalam Selimut
~ Sahabat Yang Paling Baik Adalah Sahabat Yang Selalu Mendoakan Kebaikan Sahabatnya Yang Lain
~ Allah swt Tidak Suka Kepada Orang Kaya Yang Sombong ; Allah swt Lebih Tidak Suka Kepada Orang Miskin Yang Sombong
~ Manusia Yang Paling Tinggi Darjatnya Di Sisi Allah swt Letaknya Di Bawah ; Yang Membawa Maksud Mereka Yang Menjadi Hamba Kepadanya
~ Segala Kebaikan Datangnya Dari Allah swt Dan Segala Keburukan Datangnya Dari Manusia Yang Angkuh, Cuai Dan Leka
~ Ikutilah Resmi Padi Semakin Berisi Semakin Tunduk
~ Ikutilah Resmi Keris Yang Sarat Dengan Perlambangan Jati Diri Seorang Satria Yang Berjiwa Tongkat Dan Yang Tidak Pernah Lupa Diri
~ Beribadah Itu Bagus Selagi Ia Tidak Melampaui Batas Kemampuan Diri Dan Selagi Ianya Tidak Menganggu Ketenteraman Orang Lain
~ Biar Lebih Jangan Keterlaluan
~ Biar Kurang Jangan Malas
~ Jadikanlah Yang Pahit Itu Ubat ; Jadikanlah Yang Manis itu Ubat
~ Menghormati Yang Tua ; Menghormati Yang Muda ; Jangan Mudah Terpedaya
~ Pangkat Berserta Tanggungjawab ; Gelaran Punya Tanggungjawab ; Tanggungjawab Tidak Perlu Pangkat Dan Gelaran
~ Kenangkan Pengorbanan ; Muliakan Pengorbanan ; Harumkan Pengorbanan ; Anuti Pengorbanan ; Tiada Yang Di Panggil Pergorbanan Sekira Tiadanya Berkat Kebaikan
~ Setiap Saat Kita Berzikir Melaungkan Sekuatnya Di Dalam Hati Akan Nikmat Serta Kebesaran Allah Yang Maha Berkuasa Di Atas Setiap Sesuatu, " La'illah ha' Illau'ullah Muhammad Darasul Lullah!!! Laa Haulawala Kuata'illah Billah Hil'aliyil Adzim!!!"
~ Sebaik-baik Zikir Adalah Selawat...... Dari Itu Berselawatlah Kita Dengan Penuh Penjiwaan Seorang Umat Nabi Muhammad saw....... "Sampaikanlah Pesanan Ku Walaupun Dengan Sepotong Ayat"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
~ Ilmu ~ Akhlak ~ Kesabaran ~ Iman ~ Takwah ~ Insaf ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Salam Kasih Dari Ku,
Penggunaan istilah "Pusaka Keluarga" di dalam galleri ini adalah atas dasar maksud yang lebih mulia dari erti harta kepunyaan diri. Sesungguh istilah "Pusaka Keluarga" di sini tidak lain selain membawa maksud penyiapan diri sepeninggalan ku dari dunia ini untuk mereka yang bergelar zuriat dari keturunan ku. Ini adalah amanah ku buat sekalian anak, cucu, cicit dari keturunan ku. Hargailah pengorbanan dan peninggalan ku ini sebagai "Pusaka Keluarga" yang sangat istimewa buat kamu. Doa dan Harapan Ku agar kamu sekalian akan senantiasa berada di dalam jalan yang di berkati dan di rahmati Allah swt. Sebagaimana Allah swt telah memberikan ku pertunjuk, rahmat dan hidayat. Bergitulah doa dan harapan ku agar Allah swt bakal mengurniakan yang lebih baik dan istimewa buat kamu. Semoga kamu sekalian menjadi orang-orang yang bijak, cerdik, sabar dan berhati mulia. Jadilah kamu senantiasa seorang murid yang cermelang, berhati insan dan selalu insaf. Sebaik-baik guru adalah ampunya diri yang bertuan. Perjalanan serta pengorbanan ku adalah untuk kamu saling beringat dan berbalik kepada tempat yang asal. Sekiranya di situ ada benar maka kebenaran jualah yang akan bersinar di penghujung jalannya. Yakin pada diri, berilmu pada iman dan berserah pada Allah yang Maha Mengatahui di atas segala setiap sesuatu di atas segala urusan hati. Bangkitlah kamu dengan penuh semangat perjuangan dan beringatlah di dalam setiap kesabaran itu adalah setingkat kepada kemenangan diri. Berimanlah kamu dengan penuh keyakinan dan beramallah kamu dengan hati yang tenang lagi bersih. Jangan hampakan harapan serta doa baik keturunan yang mendahului kamu . Ingat pesanan ku wahai anak, cucu, cicit dari keturunan ku. Atok sudah lama bersemadi. Atok senantiasa akan mengingati dan mendoakan kebaikan serta keselamatan kamu. Ingat Allah..... Ingat Allah..... Ingat Allah....... Assalammu'alaikum hingga kita berjumpa lagi dengan izinnya tiada yang mustahil baginya. Sujud dan jadilah kamu "Hamba" yang taat kepadanya. "Allah Hu Akbar..... Allah Hu Akabar..... Allah Hu Akbar..... Ays Hadu Allaa Illaa Ha' Illa'ullah Wa'asy Hadu Anna Muhammad Durasullullah...... Allah Hu Hak ...... *smile*
~ Shahizan Bin Shahlan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Bagi Pusaka Peninggalan Keluarga Turun Temurun Ada Beberapa Perkara Sebagai Tanda Akan Keberadaan Jati Diri Keturunan Mulia Dan Berdaulat Adanya. Amanah Dan Janji Mesti Di Kota. Bertanyalah Kepada Yang Tahu. Patah Tumbuh Hilang Berganti. Urusan Allah swt Jangan Di Paksa. Akan Lahir Yang Terpilih Dari Yang Di Pilih...... Ingat Dan Sampaikanlah Pesanan Ku Walaupun Dengan Sepotong Kata *smile*
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
L~O~V~E
Love is a flavour that one can never forget
Bitter or sweet it stays with you forever and ever
The ingredients must always be right to ensure what should be, remains
For the flavour should always be consealed now and forever
Love goes beyond boundaries and has no limit
It exist but it is not there, for it lives deep inside your heart
It stays the way it is in an endless circle of warmth and passion
Love is everything yet nothing can compare to its limit and power
Love cannot be forced to stand yet it can survive through endless time & space
Love is everything that you believed in
Love is joy and pain all at the same time
Love has no age only memories that never dies
Love is so pure and so true like an island untouched by men
Giving love only the best not wanting anything in return
Love is an infant that needs all that you can give tender and care
Love is like an endless spring that gives life to all that crosses its path
Love happens for different reasons
For each one has its strength and weakness
Love is strong even when its weak
That is the kind of love I know today
So have you ever been in love?
Have you really understood what love is?
I do, and so be it if life is short
Coz I never regret believing that love is true
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
PM dan sila tanyalah apa-apa persoalan yang di rasakan perlu untuk di ketahui. Tengku bukannya seorang guru perkerisan dan tahu dalam segenap sesuatu mengenainya. Apa yang Tengku mengerti dan kenal itulah dia menerusi bertahunnya pengalaman yang ada. Kalau tidak pun keseluruhan yang di perolehi.... separuh tetap akan Tengku berikan buat pemanis dan bekalan sepanjang perjalanan ini. Kerana setiap titik tinta itu pecahanyan mengikut selera dan kebijaksanaan diri yang memandu. Kerana sekira buku boleh Tengku berikan tetapi pengalaman itu tidak boleh di berikan kecuali kamu berani bertahan dan sabar menempuhinya. Akan tiba pada suatu saat di dalam perjalanan kita di mana kita bukan sahaja mengenal keris malah kita membesar dan akan lebih tajam dari puncak mata keris itu sendiri. Kuat untuk sedikit sebanyak menahan bisa dari pertempuran dan akhirnya pulang berdamai di kampung halaman sendiri. Bersama keluarga, sahabat dan saudara mara yang setia dan sehaluan pula. Kita sudah berjaya dan kita sudah tiba kepada puncak perhentian di mana di atas langgit ada langgit yang lebih tinggi. Kita bersyukur ke hadrat Allah swt dengan sederhana dan seadanya. Salam persaudaraan Tengku buat kamu dan sekalian teman yang sudi tampil menjamu selera. Enak tak enak kita hidup untuk kesejahteraan dan dalam kemakmuran sekawan jari menjadi gengaman yang erat dan padat. Itu filosofi perjuangan bukan sekadar menjadi cincin sebagai perhiasan mata yang memandang. Tetapi lebih kepada menjadi azimat dan pegangan di atas kekentalan jati diri seorang hamba yang berjiwa mulia. Jangan lah kita nanti menjadi pendusta terhadap ilmu yang kita tuntuti. Jadilah kita semua seorang murid yang cermelang, bijaksana dan berjiwa mulia. Jangan sesekali kita menjadi seorang murid yang pendusta dan kehilangan pegangan niat yang asal. Jangan memaksa diri untuk mengetahui segala-galanya. Kemanisan ilmu datang dengan penghayatan serta penjiwaan naluri yang tinggi dan halus. Jangan kita sesekali lupa tempat kita bermain dan jatuh semasa kecil. Kerana di situ letaknya titik permulaan. Kita merangkak.... Kita bertatih..... kita berjalan..... kita berlari..... kita melompat..... dan kita kembali berhenti...... apabila kita ingat kita sudah pandai bermain senjata..... hakikatnya kadang kala kita masih lagi bertatih...... Di sini letaknya ilmu yang sangat berguna. Yaini..... Ingat dan saling beringatlah kita. Dunia hanya sementara. Ilmu buat amalan yang berguna di sepanjang perjalanan kita. Mendustai ilmu ibarat sudah terkeluar dari perahu yang di dalam airnya banyak jerung dan segala macam bahayanya. Berdayunglah perlahan-lahan agar air tidak terkocak masuk ke dalam perahu nanti takut karam dalam lautan sendiri. Di sini ada ilmu sekali lagi. Bijak memetik pandai merasa. Sudah kenal itu lah rahasia kemanisan merasa. Simpan ilmu di dalam dada dan isikan dada dengan ilmu yang berguna. Berjaga dan berwaspada selalu kerana kadang kala pada permukaan air kelihatan tenang di dalamnya arus dan bahayanya kuat *smile*
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Harus sabar dalam mengenal erti dan perlambangan dalam keris kepada diri. Ibarat keris yang berlapis lapis..... dalam celah ada arus perjalanan, ada jiwa, ada hati, ada mata, ada naluri, ada matlamat dan ada ilmu yang merangkumi. Keris secara kasarnya adalah senjata, secara halusnya adalah ilmu, secara hakikatnya adalah tongkat dan secara rahsianya adalah kunci. Keris boleh membawa padah kepada orang yang salah, Boleh membawa kemenangan kepada yang hatinya merdeka. Saya harap setiap yang berminat dapat mengupas dan merasainya. Nikmat dunia perkerisan yang seharusnya daripada yang dunia perkerisan yang sedia ada. Pilihan adalah kepada diri yang mersa dengan pengawasan minda yang waras dan hati yang penuh dengan kasih sayang dan keinsafan. Ingatlah pesanan Tengku ini ya. Ingat..... *smile* "Kata" semangat di kota. Janji hanya ada manusia yang hatinya jujur bukan pendusta. Jangan mudah percaya. Jika berbaik biar berpada jangan sampai badan merana. Jadilah manusia yang jiwanya terang dengan akal yang cermelang lagi terbilang. Jangan sesekali menjadi murid yang pendusta kepada ilmu yang dituntuti. Maka daulat ilmu akan kelak diri di hakimi di hadapan saksi dan Allah swt. yang Maha Mengatahui. Urusan hati adalah urusannya bukan manusia yang sering melatah di permukaan dunia yang sementara. Kepada Allah swt juga kita kembali. Sedarlah dan saling berpesan-pesanlah kita sesama kita yang mengaku dirinya lemah tetapi pada hakikatnya darah mengalir dengan semangat pendusta menjadikan hatinya berpenyakit dan sakit. Allah swt tidak suka kepada orang kaya yang sombong. Allah swt lebih tidak suka kepada orang miskin yang sombong. Jadilah orang yang hidupnya cermelang berbau harum siang dan malam.
~ Shahizan ~
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
| | | Photo: |  |
|
|

(31 hits) Keris Melela Tengkurizan - (Pusaka Keluarga) |
|
| Hits (today): | 32 |
| Hits (this week): | 965 |
| Hits (this month): | 1144 |
| Hits (this year): | 25648 |
| Hits (all-time): | 89135 |
| Collections: | 103 |
|
|